Labels

Minggu, 01 Januari 2017

KYC NILAI PLUS BAGI KTA

Kunci untuk membangun nasabah di lihat dari bentuk aplikasi yang sudah di isi secara lengkap mengenai keterangan data diri, termasuk status sebagai karyawan atau wirausaha. Setelah aplikasi sudah  lengkap terisi kita teliti ke akuratan data apakah semua sudah sesuai procedure bank. Prinsip mengenal nasabah atau KYC ( know your customer ) KTA sangat di sarankan dan sudah ada ketentuan Bank Indonesia Nomor 11/28/PBI/2009 terkait dengan Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum.

Selain itu, banyak kasus penipuan bank yang baru-baru ini terjadi di Indonesia dipicu Bank Indonesia sebagai bank pengambil keputusan industri untuk menilai perbaikan internal dan regulasi bank. Sebuah tujuan BI adalah untuk memperkuat pelaksanaan KYC untuk pelaksanaan agar dapat membantu perusahaan-perusahaan jasa keuangan dan bank untuk memantau pelanggan yang memiliki transaksi mencurigakan.

KYC nasabah KTA
sangat penting sekali dan memberikan solusi keuangan bagi karyawan atau wirausaha yang menginginkan bantuan modal usaha dengan cara Kredit Tanpa Agunan. Di situs kreditmikrobank.com memberikan layanan KTA. Khusus nya pengguna kartu kredit jenis gold dan platinum dengan masa keanggotaan nya sudah 1 tahun lebih.
Dengan melakukan KYC ke nasabah adalah salah satu bukti bank memberikan kepercayaan penuh dengan proses pinjaman kredit tanpa agunan dengan penilaian bahwa nasabah kta di lihat dari history kredit nya bagus dan mampu untuk melakukan pembayaran cicilan perbulan setelah nasabah di setujui.

Marketing kta sangat senang bisa langsung KYC dan  hadir di sebuah perusahaan dan tempat tinggal nasabah kta. Proses aplikasi kta akan lebih memudahkan marketing dan tidak ada rasa was-was dalam menginput aplikasi di bank. Bagian dari landasan KYC adalah kemampuan untuk melihat tampilan lengkap dari nasabah, Sayangnya, informasi nama dan alamat, yang merupakan elemen kunci untuk menghubungkan seluruh account, sering tidak konsisten dalam penginputannya, sehingga kualitas data yang dihasilkan  tidak baik bisa menjadi baik jika di arahkan bagian marketing. Banyak sebagian nasabah menyepelekan data diri nya padahal point penting keobyektifan dan validitas merupakan penunjang utama.